
zonafootball.com – Musim 2025/26 Liga Primer Inggris tidak hanya menyuguhkan persaingan ketat di papan atas, tetapi juga menghadirkan potensi lahirnya berbagai rekor baru yang bisa mengubah sejarah kompetisi. Seiring berjalannya musim menuju tahun 2026, sejumlah catatan lama mulai berada di bawah ancaman serius, baik dari sisi performa luar biasa pemain bintang maupun keterpurukan tim-tim tertentu.
Liga Primer inggris yang dikenal sebagai liga paling kompetitif di dunia kini menunjukkan dua wajah ekstrem: dominasi luar biasa di satu sisi dan krisis mendalam di sisi lain. Kondisi ini membuka peluang bagi tujuh rekor penting untuk terpecahkan sebelum musim berakhir.
Ancaman Rekor Poin Terendah Sepanjang Sejarah Liga Primer
Sorotan pertama tertuju pada potensi rekor total poin terendah dalam satu musim Liga Primer Inggris. Wolverhampton Wanderers tengah menjalani musim yang sangat berat dan kesulitan keluar dari tren negatif sejak awal kompetisi.
Hingga paruh musim, Wolves tertahan di papan bawah dengan perolehan poin yang sangat minim. Jika performa ini tidak menunjukkan perbaikan signifikan, mereka berpotensi melampaui catatan buruk Derby County pada musim 2007/08 yang hanya mengoleksi 11 poin sepanjang musim. Rekor tersebut selama bertahun-tahun dianggap hampir mustahil untuk dipecahkan, namun musim ini ancaman itu kembali nyata.
Rekor Kekalahan Terbanyak dalam Satu Musim
Selain rekor poin terendah, Wolverhampton juga berada di jalur yang mengkhawatirkan terkait jumlah kekalahan terbanyak dalam satu musim Liga Primer. Rekor saat ini masih dipegang bersama oleh Derby County dan Ipswich Town dengan 29 kekalahan.
Dengan jumlah pertandingan yang masih panjang dan tren kekalahan yang berlanjut, Wolves berpotensi mencatatkan lebih dari 30 kekalahan jika gagal membalikkan situasi. Catatan ini akan menjadi rekor baru yang mencerminkan betapa beratnya persaingan Liga Primer di era modern.
Erling Haaland Berpeluang Memecahkan Rekornya Sendiri
Di sisi lain, performa luar biasa kembali ditunjukkan oleh Erling Haaland. Penyerang Manchester City tersebut sebelumnya telah mencatat sejarah dengan mencetak 36 gol dalam satu musim Liga Primer, memecahkan rekor yang bertahan puluhan tahun.
Musim ini, Haaland kembali tampil tajam dan konsisten di lini depan. Dengan jumlah gol yang sudah menumpuk sejak paruh pertama musim, peluang untuk memecahkan rekornya sendiri semakin terbuka. Jika hal itu terjadi, Haaland akan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu penyerang paling mematikan dalam sejarah Liga Primer Inggris.
James Milner Semakin Dekat dengan Rekor Penampilan Terbanyak
Rekor lain yang berada di ambang pecah datang dari pemain veteran. James Milner, yang kini memperkuat Brighton & Hove Albion, semakin mendekati rekor penampilan terbanyak sepanjang sejarah Liga Primer.
Saat ini, rekor tersebut masih dipegang oleh Gareth Barry. Namun, dengan Milner yang masih rutin tampil meski usianya mendekati 40 tahun, hanya tinggal menunggu waktu hingga ia menyamai bahkan melampaui catatan tersebut. Pencapaian ini akan menjadi simbol ketahanan dan konsistensi luar biasa dalam karier panjangnya di Liga Primer.
Peluang Lahirnya Pencetak Gol Termuda Baru
Dari sektor pemain muda, Liga Primer juga berpeluang mencatat sejarah baru. Talenta Arsenal, Max Dowman, berada dalam radar sebagai kandidat pencetak gol termuda sepanjang sejarah kompetisi.
Rekor tersebut saat ini masih dipegang oleh James Vaughan. Jika Dowman mendapatkan kesempatan bermain dan mampu mencetak gol sebelum batas usia rekor sebelumnya, ia akan menorehkan namanya dalam buku sejarah Liga Primer sebagai simbol regenerasi dan keberanian klub memberi panggung bagi pemain muda.
Rekor Assist Terbanyak dalam Satu Musim Terancam
Produktivitas para kreator musim ini juga membuka peluang pecahnya rekor assist terbanyak dalam satu musim Liga Primer. Beberapa pemain mencatatkan jumlah assist tinggi meski menit bermain mereka belum maksimal.
Jika tren ini berlanjut hingga akhir musim, rekor assist yang selama ini dipegang oleh nama-nama legendaris berpotensi tergeser. Hal ini akan menambah daftar rekor individu yang tercipta pada musim 2025/26.
Lonjakan Gol Penentu di Menit Akhir
Musim ini juga ditandai dengan meningkatnya jumlah gol penentu kemenangan yang tercipta di menit-menit akhir pertandingan. Gol-gol dramatis di injury time menjadi pemandangan yang semakin sering terjadi di berbagai laga Liga Primer.
Dengan jumlah pertandingan yang masih tersisa, angka gol penentu di menit akhir berpotensi melampaui rekor sebelumnya, sekaligus menegaskan reputasi Liga Primer sebagai liga paling dramatis dan sulit diprediksi.