
zonafootball.com – Real Madrid menderita kekalahan mengejutkan 0–2 saat menjamu Celta Vigo di Santiago Bernabéu, dalam laga pekan ke-15 La Liga 2025/2026. Di hadapan pendukung sendiri, Los Blancos tampak tak berdaya, Madrid gagal membobol gawang lawan meskipun tampil agresif, dan dua kartu merah membuat situasi semakin kacau.
Bek Belakang dan Sayap “Runtuh”
Laga berbalik makin buruk ketika pemain bertahan sayap, Fran Garcia, mendapat dua kartu kuning dalam tempo singkat dan diusir dari lapangan. penilaian di sejumlah sisi memandang aksinya sebagai titik terlemah tim. Selain itu, bek tengah Eder Militao yang semula tampil cukup solid, harus ditarik keluar akibat cedera hamstring. Dengan kehilangan dua pemain di bek sayap dan bek tengah, lini pertahanan Madrid benar-benar goyah dan sulit menjaga stabilitas di jantung pertahanan.
Bahkan kiper Thibaut Courtois melakukan beberapa penyelamatan tidak mampu menahan dua gol dari serangan balik Celta. Faktor fisik, tekanan lawan, dan ketidakpaduan antar pemain belakang membuat gawang Madrid terbuka lebar.
Lini Tengah & Depan Gagal Bangkit
Menjelang cedera Militao, gelandang bertahan Aurelien Tchouameni mencoba melakukan damage control bahkan dipindahkan ke posisi bek tengah darurat dan tampil sebagai salah satu pemain terbaik di tim sayangnya, itu tak cukup untuk menutup celah di lini belakang.
Sementara di fase ofensif: penyerang andalan seperti Kylian Mbappé dan Vinicius Junior tampil jauh di bawah harapan. Mbappé memang mencatat peluang paling banyak, tetapi gagal menuntaskannya menjadi gol; Vinicius dianggap bergerak terlalu bisa dibaca dan minim kreativitas. Pemain kreatif seperti Federico Valverde dan Arda Guler memang menunjukkan pergerakan dan ambisi, namun kontribusi mereka tak mampu membongkar pertahanan rapat Celta.
Dominasi Angka Tapi Nol Gol
Statistik menunjukkan bahwa Real Madrid mendominasi penguasaan bola dan ciptakan banyak tembakan namun tak satupun berbuah gol. Ini kali lain membuktikan bahwa dalam sepak bola modern, jumlah tembakan tidak selalu menjamin produktivitas jika finishing, disiplin, dan pertahanan lawan lebih siap.
Sementara itu, Celta Vigo memaksimalkan momen serangan balik dengan cerdas dan berhasil mencetak gol pertama tak lama setelah babak kedua dimulai. Dengan situasi Madrid yang sudah pincang pertahanan, Celta konsisten mengunci pertahanan dan menunggu kesalahan.
Kekalahan di kandang sendiri seperti ini bukan sekadar soal tiga poin hilang, tapi reputasi dan kepercayaan publik terhadap Real Madrid pasti tergerus. Di tengah kelelahan fisik, cedera, serta kartu merah, tim asuhan pelatih Xabi Alonso mendapat pukulan telak.
Jika kondisi seperti ini terus berulang seperti rapuh di belakang, tumpul di depan, tak bisa manfaatkan peluang. bisa jadi musim ini makin berat bagi Madrid. Penggemar dan manajemen akan mendesak evaluasi: apakah susunan pemain, strategi, atau mental perlu perombakan.
Bagi Celta Vigo, hasil ini adalah kebangkitan menunjukkan betapa dengan kedisiplinan, pertahanan solid, dan efektivitas, tim tamu bisa mempecundangi raksasa di stadion penuh tekanan.
Hal ini tentu membuat persaiangan papan atas klasemen la liga semakin ketat, dan Barcelona semakin menjauh dengan unggul 4 point dari madrid di posisi 2 klasemen smentara