
zonafootball.com — Harapan AC Milan untuk melangkah ke partai puncak Supercoppa Italiana harus pupus setelah mereka kalah 0–2 dari Napoli pada laga semifinal yang berlangsung di Al Awwal Park, Riyadh, Jumat (19/12) dini hari WIB. Dalam pertandingan sarat tensi tersebut, Rasmus Hojlund tampil sebagai pembeda dan menjadi figur sentral kemenangan Partenopei.
Sejak peluit awal dibunyikan, laga berjalan dengan tempo tinggi. AC Milan mencoba mengambil kendali permainan melalui penguasaan bola dan sirkulasi cepat dari kaki ke kaki. Rossoneri mengandalkan kreativitas lini tengah untuk membongkar pertahanan Napoli yang tampil disiplin dengan garis pertahanan rapat dan organisasi yang solid.
Napoli tidak terburu-buru dalam menyerang. Anak asuh pelatih mereka lebih memilih menunggu momen yang tepat untuk melancarkan serangan balik cepat. Strategi tersebut terbukti efektif, terutama lewat pergerakan agresif Rasmus Hojlund yang kerap membuka ruang dan menarik perhatian bek-bek Milan.
Napoli Berhasil Manfaatkan Peluang
Tekanan Napoli akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-39. Berawal dari perebutan bola di lini tengah, Napoli langsung mengalirkan bola ke sisi kiri pertahanan Milan. Hojlund yang bergerak tanpa pengawalan mengirimkan umpan terukur ke dalam kotak penalti. David Neres yang berdiri bebas menyambut bola tersebut dan melepaskan penyelesaian dingin. Gol ini menjadi pukulan telak bagi Rossoneri menjelang turun minum.
Tertinggal satu gol membuat Milan meningkatkan intensitas serangan pada awal babak kedua. Mereka mencoba bermain lebih agresif dengan mendorong bek sayap naik membantu serangan. Sejumlah peluang tercipta, baik melalui tembakan jarak jauh maupun situasi bola mati, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat Milan gagal menyamakan kedudukan.
Di tengah upaya Milan untuk bangkit, Napoli justru kembali menunjukkan ketajamannya. Pada menit ke-63, Napoli menggandakan keunggulan melalui Rasmus Hojlund. Penyerang asal Denmark tersebut menerima bola di sisi kiri kotak penalti, melewati satu pemain bertahan, lalu melepaskan tembakan keras yang meluncur deras ke sudut gawang. Gol tersebut memastikan Napoli semakin nyaman memimpin jalannya pertandingan.
Keunggulan dua gol membuat Napoli bermain lebih tenang dan penuh perhitungan. Mereka menurunkan tempo permainan, memperkuat lini tengah, serta memaksimalkan penguasaan bola untuk meredam agresivitas Milan. Disiplin pertahanan Napoli menjadi kunci, karena mereka mampu menutup ruang gerak para penyerang Rossoneri hingga kesulitan menciptakan peluang bersih.
Sebaliknya, AC Milan tampak kehilangan arah seiring berjalannya waktu. Meski mencoba melakukan beberapa pergantian pemain untuk menambah daya gedor, serangan mereka tetap mudah dipatahkan. Minimnya koordinasi di sepertiga akhir lapangan membuat setiap peluang yang tercipta tidak berujung gol.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2–0 untuk kemenangan Napoli. Hasil ini mengantar Partenopei melangkah ke partai final Supercoppa Italiana dan menjaga peluang mereka untuk meraih trofi bergengsi tersebut.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan efektivitas permainan Napoli. Meski tidak selalu unggul dalam penguasaan bola, mereka mampu memaksimalkan peluang dan tampil klinis di depan gawang. Rasmus Hojlund menjadi simbol keberhasilan tersebut dengan kontribusi satu gol dan satu assist yang menentukan jalannya laga.
Sementara itu, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar bagi AC Milan. Rossoneri harus memperbaiki ketajaman lini serang dan konsistensi permainan jika ingin bersaing di kompetisi domestik maupun Eropa. Fokus Milan kini akan tertuju pada lanjutan Serie A, dengan harapan bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.
Bagi Napoli, kemenangan atas Milan bukan hanya sekadar tiket ke final, tetapi juga suntikan moral penting. Dengan performa solid dan kepercayaan diri yang meningkat, Partenopei kini siap menatap laga puncak Supercoppa Italiana dengan ambisi besar untuk mengangkat trofi.