
Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, menyatakan harapannya agar Tim Geypens dapat menjadi salah satu pemain kunci dalam skuad Timnas Indonesia U‑22 untuk ajang SEA Games 2025. Menurut Sumardji, kehadiran Geypens di tim tidak hanya akan menambah kekuatan di lini tengah, tetapi juga meningkatkan kreativitas dan kedalaman skuad, sehingga membuat tim lebih siap menghadapi persaingan ketat di level regional.
Geypens, yang kini bermain di klub Belanda, sempat menghadapi masa sulit akibat cedera serius berupa gegar otak. Cedera ini membuatnya harus absen dari beberapa pertandingan penting di liga domestik, bahkan sempat menimbulkan kekhawatiran soal karier jangka panjangnya. Namun, dalam beberapa laga terakhir, pemain muda ini menunjukkan perkembangan signifikan. Ia kembali diturunkan dari bangku cadangan, menampilkan performa yang cukup solid, dan membuktikan bahwa kondisinya mulai pulih. Kesiapan fisik dan mentalnya kini menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan untuk pemanggilan ke timnas U‑22.
Sumardji menjelaskan bahwa pihak timnas terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi Geypens. Tidak hanya kesehatan fisik, tetapi kesiapan mental pemain juga menjadi perhatian utama. Komunikasi rutin dilakukan dengan pihak klub tempat Geypens bermain untuk memastikan bahwa ia dapat diturunkan tanpa risiko cedera tambahan. Dengan pendekatan ini, timnas berharap dapat menjaga keseimbangan antara pengembangan pemain muda dan keberhasilan tim secara keseluruhan.
Meski peluang Geypens untuk membela timnas terbuka, ada beberapa kendala yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah status SEA Games yang tidak masuk kalender resmi FIFA, sehingga keputusan akhir terkait keikutsertaan pemain tetap berada di tangan klub. Namun, Sumardji optimis bahwa jika kondisi Geypens benar-benar membaik, klub kemungkinan besar akan memberikan izin. Ia menekankan bahwa keselamatan dan perkembangan karier pemain menjadi prioritas utama, sehingga keputusan apapun harus dilakukan dengan pertimbangan matang.
Selain aspek fisik, Sumardji juga menyoroti pentingnya membangun skuad yang seimbang. Integrasi antara pemain muda berbakat seperti Geypens dengan pemain yang memiliki pengalaman internasional diyakini dapat memberikan kombinasi yang ideal antara kreativitas, stamina, dan ketahanan mental. Hal ini menjadi strategi penting bagi Timnas Indonesia U‑22 untuk bersaing melawan tim-tim kuat dari Thailand, Vietnam, Malaysia, dan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Secara taktik, kehadiran Geypens diyakini akan memperkuat lini tengah timnas. Dengan kemampuan distribusi bola yang baik, visi permainan yang luas, dan kemampuan membaca situasi di lapangan, Geypens dapat menjadi penghubung antara lini pertahanan dan lini serang. Sumardji menambahkan bahwa pelatih timnas sedang merencanakan beberapa skema permainan yang akan memaksimalkan peran pemain muda ini, termasuk dalam situasi serangan balik cepat maupun penguasaan bola di area tengah.
Selain itu, kehadiran Geypens juga diharapkan memberikan efek psikologis positif bagi rekan-rekannya. Pemain muda yang berhasil menembus kompetisi Eropa diyakini dapat menjadi motivator sekaligus contoh bagi para pemain lain dalam tim, terutama mereka yang baru meniti karier di level profesional. Pengalaman bermain di liga luar negeri juga dianggap dapat meningkatkan kepercayaan diri seluruh skuad, karena mereka dapat belajar dari gaya permainan yang lebih cepat dan lebih taktikal.
Sumardji menegaskan bahwa pemanggilan Geypens ke timnas bukan sekadar formalitas. Ia menekankan bahwa setiap pemain yang dipanggil akan melalui evaluasi ketat terkait kondisi fisik, kesiapan mental, dan kemampuan teknis. Hanya pemain yang benar-benar siap lahir dan batin yang akan mendapat kesempatan untuk tampil di SEA Games. Hal ini bertujuan agar timnas tidak hanya tampil maksimal dalam setiap pertandingan, tetapi juga meminimalkan risiko cedera yang dapat memengaruhi performa tim jangka panjang.
Dengan persiapan yang matang, Sumardji yakin Timnas Indonesia U‑22 dapat menampilkan performa yang kompetitif di SEA Games 2025. Strategi tim yang memadukan pemain muda berbakat dan pemain berpengalaman, dukungan penuh dari klub, serta perencanaan fisik dan mental yang baik diyakini menjadi kunci kesuksesan. Jika semua berjalan lancar, kehadiran Geypens di timnas diharapkan mampu membawa Indonesia meraih hasil terbaik, bahkan memperbesar peluang meraih medali emas.
Dengan begitu, nama Geypens tidak hanya menjadi sorotan karena bakat dan pengalaman internasionalnya, tetapi juga karena potensinya untuk menjadi salah satu motor penggerak skuad muda Indonesia. Bagi Sumardji dan seluruh penggemar sepak bola tanah air, pemanggilan Geypens ke Timnas Indonesia U‑22 bukan hanya soal menambah kekuatan tim, tetapi juga simbol harapan bagi generasi muda untuk mengukir prestasi di panggung regional maupun internasional.