
Sejak menit pertama, Argentina langsung mengambil inisiatif permainan. Para pemain muda tampil agresif dengan pressing tinggi, sementara Messi menjadi otak serangan di lini tengah. Berada dalam peran yang sedikit lebih dalam, Messi dengan mudah mengendalikan tempo pertandingan, mengatur alur bola, dan membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Gol pembuka Argentina tercipta lewat momen magis khas Messi. Berawal dari kerja sama satu-dua cepat, Messi menerima bola di sisi kanan. Ia kemudian menggiring masuk ke tengah, melakukan tipuan tubuh, dan melepaskan tembakan mendatar kaki kiri yang menghujam pojok gawang. Gol tersebut langsung memecah kebuntuan dan memberi Argentina keunggulan psikologis di laga tersebut.
Tak lama setelah itu, Messi kembali menjadi sorotan lewat assist yang memperlihatkan visi permainan kelas dunia. Dari luar kotak penalti, Messi melihat rekannya berlari dari sisi kiri. Tanpa perlu banyak sentuhan, ia mengirim umpan terobosan akurat yang memecah barisan pertahanan Angola. Bola tepat mengarah ke kaki sang penyerang, yang kemudian menuntaskannya menjadi gol kedua. Kombinasi gol + assist tersebut sekaligus membuat Messi kembali menambah koleksi kontribusi gol internasionalnya.
Pencapaian ini juga mengukuhkan Messi sebagai salah satu pemain paling produktif di level tim nasional. Landmark baru ini semakin mempertegas dominasinya dalam buku rekor internasional, baik dari jumlah pertandingan, kontribusi gol, hingga konsistensinya tampil di panggung tertinggi selama hampir dua dekade. Meski banyak pemain muda Argentina terus berkembang, Messi tetap mempertahankan standar permainan yang sangat tinggi.
Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, pelatih Argentina menyampaikan kekagumannya. Ia menegaskan bahwa Messi bukan hanya pemimpin di lapangan, tetapi juga kompas bagi para pemain muda. “Dia selalu memberi contoh. Ketika Messi bermain, seluruh tim naik level,” ujar sang pelatih.
Di sisi lain, suporter Argentina kembali menunjukkan cinta dan dukungan besar. Sorakan “Messi! Messi!” terdengar sepanjang pertandingan, menciptakan suasana emosional yang mengingatkan pada momen-momen terbaik Messi bersama tim nasional — termasuk kejayaan di Copa América dan Piala Dunia.
Kemenangan atas Angola ini menjadi sinyal kuat bahwa Argentina masih berada di jalur positif menjelang turnamen besar berikutnya. Dengan Messi yang tetap tampil prima dan para pemain muda yang makin matang, Albiceleste terlihat siap mempertahankan status mereka sebagai salah satu tim terkuat dunia.
Meski banyak yang menilai masa keemasan Messi seharusnya sudah lewat, performanya justru membuktikan sebaliknya. Pada usia yang mendekati empat dekade, Messi masih mampu bersaing, mencetak gol, memberikan assist, serta menuliskan kisah baru dalam perjalanan internasionalnya. Rekor terbaru ini seolah menjadi pengingat bahwa legenda tidak pernah benar-benar pudar.
Argentina pulang dengan kemenangan meyakinkan, dan Messi pulang dengan satu lagi catatan sejarah. Dan bagi dunia sepakbola, momen seperti ini selalu menjadi pengingat bahwa kita masih hidup di era salah satu pemain terbesar sepanjang masa.
dengan rekor ini, messi semakin meningkatkan persaingan dan mencetak banyak rekor bersama dengan rival abadinya Cristiano Ronaldo. Selain itu ki parah kedua pemain ini juga sangat dinantikan di perhelatan piala Dunia 2026 nanti