
zonafootball.com – John Terry kembali mengungkap kisah kelam yang jarang diketahui publik tentang masa-masa awalnya sebagai pemain Chelsea. Dalam sebuah sesi wawancara mendalam, legenda The Blues itu membongkar berbagai aib masa mudanya yang penuh kontroversi—mulai dari reputasinya sebagai ‘bad boy’, pertengkaran dengan rekan setim, hingga momen ketika dirinya diusir oleh pelatih Avram Grant.
Masa Muda Penuh Masalah
Jhon Terry mengaku bahwa dirinya bukanlah sosok yang dewasa ketika pertama kali menembus tim utama Chelsea. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai pemain yang “bermasalah”, dengan sikap yang belum stabil dan terlalu emosional.
Menurut ceritanya, lingkungan kompetitif di ruang ganti Chelsea pada periode tersebut sangat keras dan penuh tekanan. Pemain muda yang tidak memiliki mental kuat bisa dengan mudah tersingkir. Terry muda mencoba menyesuaikan diri, tetapi kerap kehilangan kontrol hingga membuat banyak masalah.
Diusir oleh Avram Grant
Salah satu momen paling memalukan baginya adalah ketika Avram Grant, pelatih Chelsea saat itu, mengusirnya dari sesi latihan. Terry mengingat jelas bagaimana Grant menilai sikapnya tidak profesional dan tidak dapat diterima dalam atmosfer tim.
Ia mengungkap bahwa saat itu, emosinya meledak di tengah latihan dan ia berperilaku di luar batas. Grant langsung meminta Terry meninggalkan lapangan dan merenungkan sikapnya. Bagi Terry, kejadian tersebut menjadi titik balik yang membuatnya sadar bahwa ia harus memperbaiki perilakunya jika ingin bertahan di level tertinggi.
Dalam pengakuannya, Terry menyebut bahwa momen itu memalukan namun sangat penting dalam perjalanan kariernya. “Saya pantas mendapatkan itu,” katanya. “Saya terlalu sombong dan belum memahami apa arti kedewasaan sebagai seorang pemimpin.”
- Alvaro Arbeloa Resmi Buka Era Baru di Real Madrid: Hormati Mourinho, Tapi Pilih Jalannya Sendiri
- Prediksi Chelsea vs Arsenal 15 Januari 2026: Derby London Penentu Langkah Menuju Final Carabao Cup
- Newcastle United 0–2 Manchester City : Gol Injury Time Kian Mantapkan Langkah City Menuju Final Carabao Cup
- 5 Wasit Terbaik Dunia 2025: Michael Oliver Masuk, Wasit Liga Inggris Masuk
- John Herdman dan Misi Besar Timnas Indonesia: Merayu Pemain Keturunan, Menyatukan 280 Juta Harapan
Adu Jotos dengan Andriy Shevchenko
Tak berhenti sampai di situ, Terry juga membocorkan insiden pertengkaran fisik dengan Andriy Shevchenko, penyerang bintang yang didatangkan dari AC Milan. Menurut Terry, insiden itu terjadi setelah ketegangan kecil yang berawal dari salah paham di latihan.
Situasi memanas hingga keduanya saling dorong dan akhirnya baku pukul sebelum dipisahkan pemain lain. Terry menilai kejadian itu sebagai gambaran betapa intensnya suasana di Chelsea pada periode tersebut, terutama karena ekspektasi tinggi terhadap Shevchenko dan tekanan kompetisi di dalam skuad.
Meski sempat memanas, Terry mengatakan insiden tersebut akhirnya membuat hubungan mereka justru semakin kuat. Keduanya saling meminta maaf dan menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran penting tentang komunikasi dan respek.
Disebut Hanya “Beruntung”
Dalam wawancara yang sama, Terry juga menyinggung bagaimana dulu banyak pihak meremehkannya. Ia mengungkap bahwa beberapa orang di lingkungan klub menyebut dirinya “hanya beruntung” bisa berada di skuad Chelsea.
Komentar itu sempat memicu kemarahan Terry muda, tetapi perlahan ia menggunakan anggapan itu sebagai motivasi untuk membuktikan dirinya layak menjadi bek utama Chelsea. Ia bekerja ekstra keras dalam latihan, memperbaiki kualitas kepemimpinan, dan menunjukkan konsistensi yang kemudian membuatnya menjadi salah satu bek terbaik dalam sejarah Liga Inggris.
Perjalanan Menuju Kapten Legenda
Meski masa mudanya penuh kontroversi, Terry berhasil membalikkan persepsi publik. Ia tumbuh menjadi figur sentral dalam perjalanan kesuksesan Chelsea, menjadi kapten yang dihormati, dan memimpin klub meraih berbagai gelar bergengsi mulai dari Premier League, FA Cup, hingga Liga Champions.
Ia menyebut bahwa perjalanan itu tidak akan terjadi tanpa kesalahan-kesalahan yang ia buat di masa lalu. Menurutnya, momen-momen kelam itulah yang menempanya menjadi sosok yang lebih dewasa, disiplin, dan bertanggung jawab.
Kini, sebagai legenda klub, Terry mengaku tidak malu menceritakan masa lalunya karena ia ingin menunjukkan bahwa setiap pemain, bahkan yang paling sukses sekalipun, pernah melakukan kesalahan—yang terpenting adalah bagaimana seseorang belajar dan bangkit dari kesalahan tersebut.
namun bagi penggemar chelsea jhon terry adalah salah satu legend yang masih membekas dihati fans, sosok legend sejati yang mencatatkan penampilan impresif dan konsisten terhadap performanya. kapten yang selalu melekat pada dirinya hingga hari ini.