
zonafootball.com – Liverpool tengah berada dalam periode paling kelam dalam beberapa tahun terakhir. Klub berjuluk The Reds itu kembali menelan kekalahan memalukan ketika dibantai PSV Eindhoven 1-4 pada matchday kelima fase grup Liga Champions 2025/26 di Anfield, Kamis (27/11). Hasil tersebut semakin mempertegas krisis performa yang terjadi sejak awal musim di bawah pelatih baru, Arne Slot.
Kekalahan dari PSV membuat Liverpool kini mencatat sembilan kekalahan dari dua belas pertandingan terakhir di semua kompetisi, sebuah rekor buruk yang belum pernah terjadi sejak hampir 70 tahun silam. Situasi ini memunculkan gelombang kritik besar dari publik dan memicu perdebatan apakah Slot masih layak memimpin tim.
Pertahanan Runtuh dan Kesalahan Individu yang Fatal
Masalah terbesar Liverpool musim ini terlihat jelas di sektor pertahanan. Pada laga melawan PSV, gol pembuka lawan lahir melalui penalti akibat handball Virgil van Dijk. Kesalahan tersebut menjadi simbol lemahnya konsentrasi lini belakang The Reds.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Liverpool sering kebobolan melalui skema bola mati maupun serangan balik cepat karena minimnya koordinasi antarlini. Nama-nama senior seperti Van Dijk, Trent Alexander-Arnold, dan Alisson Becker ikut menjadi sorotan tajam karena dianggap tampil jauh di bawah standar.
Taktik Arne Slot Dinilai Tidak Efektif
Selain masalah pertahanan, gaya bermain Arne Slot juga mulai dipertanyakan. Pelatih asal Belanda itu dikenal dengan pendekatan berbasis penguasaan bola dan build-up pelan dari belakang. Namun, taktik tersebut dinilai mudah terbaca oleh lawan sehingga membuat serangan Liverpool kerap buntu.
Perubahan gaya bermain sejak kepergian Jurgen Klopp membuat tim kehilangan identitas pressing tinggi dan intensitas yang dahulu menjadi ciri khas kesuksesan mereka. Banyak analis menilai bahwa pemain masih belum sepenuhnya beradaptasi dengan sistem baru Slot.
- Alvaro Arbeloa Resmi Buka Era Baru di Real Madrid: Hormati Mourinho, Tapi Pilih Jalannya Sendiri
- Prediksi Chelsea vs Arsenal 15 Januari 2026: Derby London Penentu Langkah Menuju Final Carabao Cup
- Newcastle United 0–2 Manchester City : Gol Injury Time Kian Mantapkan Langkah City Menuju Final Carabao Cup
- 5 Wasit Terbaik Dunia 2025: Michael Oliver Masuk, Wasit Liga Inggris Masuk
- John Herdman dan Misi Besar Timnas Indonesia: Merayu Pemain Keturunan, Menyatukan 280 Juta Harapan
Mental Pemain Menurun dan Tekanan Publik Meningkat
Mentalitas skuad juga menjadi persoalan serius. Setelah kebobolan di awal pertandingan, Liverpool terlihat kehilangan fokus dan kesulitan bangkit. Dalam laga kontra PSV, para pemain tampak frustrasi dan gagal menguasai alur pertandingan.
Gelandang Liverpool, Curtis Jones, secara terbuka menyatakan bahwa kekalahan tersebut sangat memalukan: “Kami tampil sangat buruk. Hasil ini tidak dapat diterima.” Ucapan itu menggambarkan bahwa kondisi psikologis para pemain berada pada titik yang mengkhawatirkan.
Di sisi lain, media sosial pecah oleh perdebatan antara fans yang menyerukan untuk mempertahankan Slot dan mereka yang menuntut pergantian pelatih secepat mungkin.
Dampak Terhadap Klasemen dan Masa Depan Klub
Rangkaian kekalahan membuat posisi Liverpool terancam di kompetisi domestik maupun Eropa. Mereka kini harus berjuang keras untuk lolos dari fase grup Liga Champions, dan peluang menembus papan atas Premier League juga semakin berat.
Meski sedang menghadapi tekanan besar, manajemen klub dikabarkan masih memberi dukungan penuh kepada Arne Slot, namun keputusan final akan bergantung pada performa Liverpool dalam beberapa pertandingan penting berikutnya.
Slot menegaskan bahwa ia masih percaya timnya bisa bangkit:
“Kami memiliki pemain berkualitas. Namun kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan. Kami harus kembali ke jalur kemenangan.”
Dengan kondisi saat ini, Liverpool harus berbenah diri dan memperbaiki performa pada musim ini. jika dilihat dari klasemen sementara, Liverpool terporosok ke posisi 12 klasemen sementara dan terpaut jauh dari pemuncak klasemen dengan jarak sekitar 11 point.